Tugas 7 KPPL
Nama : Fadaukas Daffa Tajuddin
NRP : 5025231149
Email : fadaukasdaffa04@gmail.com
Kelompok 4 :
- Muh. Buyung Saloka 5025231137
- Fadaukas Dafffa Tajuddin 5025231149
- Muhammad Ikhwan Ma'ruf Santoso 5025231178
Studi Kasus Pembuatan Aplikasi dengan Metode Waterfall atau Agile Development
Judul
Link paper
Penulis: Wisnu Andika Putra, Iskandar Fitri, Deny Hidayatullah
Dipublikasikan di: Jurnal JTIK, Vol. 6 No. 1, 2022
Latar Belakang
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang pesat menjadikan internet sebagai alat komunikasi utama. Salah satu aspek penggunaan internet adalah situs penjualan online atau e-commerce yang memungkinkan transaksi jual beli tanpa batasan waktu dan tempat. Pada penelitian ini, peneliti merancang sebuah situs e-commerce alat musik berbasis website menggunakan dua metode pengembangan perangkat lunak, yaitu Waterfall dan Agile. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan proses pengembangan dan kualitas aplikasi.
Abstrak
Makalah ini membahas pengembangan sistem penjualan alat musik berbasis website menggunakan dua metode pengembangan perangkat lunak, yaitu Waterfall dan Agile. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam mendapatkan informasi tentang produk, harga, dan transaksi penjualan secara online tanpa perlu bertemu langsung dengan penjual. Penelitian ini menggunakan pendekatan UML (Unified Modeling Language) untuk memodelkan sistem dan menghasilkan sebuah aplikasi yang dapat membantu pengguna melakukan pembelian secara cepat dan efektif.
Metode Waterfall dan Agile Method
- Waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak sekuensial yang terdiri dari tahap analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Setiap tahap harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Agile adalah pendekatan iteratif yang memprioritaskan kolaborasi dan adaptasi terhadap perubahan. Agile membagi pengembangan perangkat lunak menjadi siklus pendek yang disebut sprint, dengan tujuan menghasilkan perangkat lunak yang dapat berfungsi pada setiap iterasi.
Requirement
- Kebutuhan fungsional: Aplikasi harus memungkinkan pengguna melakukan registrasi, login, pencarian produk, menambahkan produk ke keranjang, serta melakukan transaksi pembayaran.
- Kebutuhan non-fungsional: Aplikasi harus memiliki performa yang cepat, antarmuka yang mudah digunakan, serta keamanan data yang terjamin.
Design
Desain aplikasi dilakukan menggunakan Unified Modeling Language (UML) yang mencakup diagram use case, activity, dan class. Desain antarmuka pengguna dikembangkan untuk memfasilitasi navigasi yang mudah dan intuitif.
Use Case Diagram
Activity Diagram Admin
Activity Diagram Customer
User Interface
Develop
Tahap ini melibatkan pengembangan aplikasi berdasarkan desain yang telah dibuat. Penggunaan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS, dan JavaScript dilakukan untuk membangun fitur e-commerce seperti katalog produk, halaman keranjang, dan modul pembayaran.
Test
Pengujian dilakukan menggunakan metode black-box untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai spesifikasi. Pengujian mencakup validasi proses login, penambahan produk ke keranjang, dan penyelesaian transaksi.
Deploy
Setelah aplikasi lulus pengujian, aplikasi diunggah ke server web dan tersedia untuk pengguna. Tahap ini juga mencakup pemeliharaan untuk memperbaiki bug yang mungkin muncul setelah aplikasi digunakan.
Kesimpulan
Kombinasi metode Waterfall dan Agile memberikan keuntungan dalam pengembangan aplikasi e-commerce. Metode Waterfall memastikan setiap tahap pengembangan terstruktur dengan baik, sementara Agile memungkinkan adaptasi cepat terhadap perubahan kebutuhan. Aplikasi e-commerce alat musik yang dihasilkan mampu mendukung transaksi online secara efektif dan efisien. Aplikasi E-commerce berbasis website dapat mendukung proses berbelanja user, sehingga diharapkan dapat menghasilkan kualitas yang efektif pada Toko Motred. Dengan adanya sistem Ecommerce dapat mempermudah user untuk belanja di manapun dan kapan pun.
Komentar
Posting Komentar